Sebagian besar panduan kuliner memberi daftar rumah makan. Kami membalik urutannya: mulai dari hidangan yang layak dicoba, baru ke tempat mencarinya — karena daftar rumah makan tidak berguna kalau kamu belum tahu apa yang harus dipesan.
Ditulis & disunting oleh Ahmad SaidDipublikasikan 3 September 2026Diperbarui 3 September 2026Perkiraan baca 8 menit
Foto ilustrasi editorial — bukan gambar salah satu tempat yang kami ulas. Kenapa begitu?
Jawaban singkat
Enam hal yang layak dicoba: juhu singkah (rotan muda dengan tempoyak), kalumpe (daun singkong tumbuk),
juhu kujang (keladi dengan ikan), wadi patin (ikan fermentasi), ikan patin bakar dari Sungai Rungan, dan baram.
Titik masuk termudah: Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto di Jl. Jenderal Sudirman. Kantong kuliner setempat ada di sekitar Pasar Besar dan Jl. Yos Sudarso.
Kenapa halaman ini menyusun hidangan, bukan tempat
Sebagian besar panduan kuliner Palangka Raya berisi daftar rumah makan. Masalahnya, kalau kamu belum tahu apa yang harus dipesan, daftar rumah makan tidak banyak membantu. Jadi kami membalik urutannya: mulai dari hidangannya, baru ke tempat yang masuk akal untuk mencarinya.
Kalimantan Tengah adalah wilayah dengan penduduk Dayak sebagai mayoritas, dan itu terlihat jelas di meja makan. Ciri yang paling menonjol: banyak sayur dari bahan hutan, banyak ikan sungai, dan teknik fermentasi yang dipakai sebagai cara mengawetkan sekaligus membangun rasa.
Enam hal yang layak dicoba
Hidangan khas Palangka Raya dan Kalimantan Tengah
Hidangan
Bahan utama
Karakter rasa
Juhu singkahSayur rotan muda
Rotan muda, sering dimasak dengan tempoyak
Asam segar, tekstur renyah
Juhu kujangSayur keladi
Keladi dimasak bersama ikan
Gurih, keladinya lembut
Kalumpe / karuangSayur daun singkong
Daun singkong ditumbuk halus, kuah kental
Gurih, biasa dengan terong dan teri
Wadi patinIkan fermentasi
Ikan patin difermentasi hingga awet
Asin dan asam, rasanya kuat
Ikan patin bakarIkan bakar
Patin Sungai Rungan, bumbu kuning
Gurih, sering disiram sambal rawit hijau
BaramMinuman tradisional
Minuman tradisional Dayak
Disajikan di tempat tertentu saja
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
Juhu singkah
Ini yang paling sering disebut sebagai penanda masakan Kalimantan Tengah. Bahannya batang rotan muda yang masih empuk, dengan tekstur renyah dan rasa asam segar — keasamannya sering datang dari tempoyak, yaitu durian yang difermentasi. Kombinasi rotan dan durian fermentasi terdengar tidak biasa bagi pendatang, dan memang itulah alasan hidangan ini menarik untuk dicoba lebih dulu.
Kalumpe atau karuang
Daun singkong ditumbuk halus lalu dimasak dengan kuah kental berbumbu, biasanya ditambah terong, kacang tanah, dan ikan teri. Ini hidangan sehari-hari, bukan hidangan istimewa, dan justru karena itu ia memberi gambaran paling jujur tentang bagaimana orang di sini makan.
Wadi patin
Ikan patin yang difermentasi sampai menghasilkan rasa asin dan asam yang khas. Fermentasi di sini berfungsi ganda: membuat ikan awet, dan menghasilkan rasa yang tidak bisa dicapai dengan pengolahan biasa. Rasanya kuat — kalau ini pengalaman pertamamu dengan ikan fermentasi, pesan bersama nasi hangat dan sayur.
Ikan patin bakar
Patin dari Sungai Rungan dikenal berdaging tebal dan berlemak. Umumnya dibakar dengan bumbu kuning dan disiram sambal rawit hijau. Ini pilihan yang paling aman kalau kamu datang bersama orang yang belum tentu cocok dengan rasa fermentasi.
Juhu kujang
Keladi dimasak bersama ikan dalam kuah berbumbu rempah. Teksturnya lembut, rasanya gurih, dan sifatnya lebih ramah bagi lidah yang belum terbiasa dibanding juhu singkah.
Baram
Minuman tradisional Dayak yang disajikan di tempat-tempat tertentu, termasuk Rumah Tjilik Riwut. Ketersediaannya tidak selalu ada, jadi tanyakan dulu.
Di mana mencarinya
Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto
Rumah bersejarah
Masakan Dayak
Galeri
Foto: Raflinoer32, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Bekas rumah dinas Tjilik Riwut, gubernur pertama Kalimantan Tengah sekaligus tokoh yang memimpin langsung pembangunan kota ini setelah didirikan pada 1957. Kini berfungsi sebagai galeri sekaligus rumah makan, dengan arsitektur asli yang dipertahankan. Menyajikan juhu umbut rotan, paing, iwak nyatu, dan minuman baram.
Kenapa memilih tempat ini, bukan yang lain: ini titik masuk termudah ke masakan Dayak di Palangka Raya, karena kamu mendapatkan konteksnya sekaligus. Makan sambil dikelilingi artefak sejarah membuat hidangan yang asing terasa lebih masuk akal, dan tempatnya berkolaborasi dengan sanggar seni lokal untuk menghadirkan musik tradisional.
Lokasi
Jl. Jenderal Sudirman No. 1
Perkiraan jam
Cek kanal resmi
Kisaran harga
Kudapan ±Rp13.000–40.000
Paling cocok
Tamu dari luar kota dan pengenalan masakan Dayak
Jarak
Sekitar lima menit dari Bundaran Besar
Perlu dicek
Ketersediaan menu tradisional tertentu, termasuk baram
Dua kawasan disebut berulang kali sebagai tempat mencari masakan setempat: Pasar Besar dan rumah-rumah makan di sekitar Jl. Yos Sudarso. Ini bukan kawasan wisata kuliner yang ditata rapi — lebih ke tempat orang setempat benar-benar makan, dengan konsekuensi yang wajar: jam bukanya beragam dan menu bisa habis sebelum siang.
Palangka Raya berada di antara Sungai Kahayan dan Sungai Sabangau. Itu menjelaskan kenapa ikan sungai — terutama patin — begitu dominan di meja makan.
Kota ini kota terluas di Indonesia berdasarkan wilayah, dengan sebagian besar berupa hutan dan lahan gambut. Bahan seperti rotan muda dan daun singkong datang dari lanskap itu, bukan dari pasar impor.
Penduduknya beragam. Selain Dayak sebagai mayoritas, ada komunitas Banjar, Melayu, Bugis, dan Jawa — yang menjelaskan kenapa soto Boyolali dan kedai gaya Pontianak juga punya tempat di kota ini.
Nama Tjilik Riwut muncul di mana-mana — jalan utama, bandara, dan rumah bersejarah — karena ia pahlawan nasional asal Dayak sekaligus gubernur pertama provinsi ini.
Catatan: Jam operasional dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa kanal resmi tempat yang bersangkutan sebelum berkunjung.
Pertanyaan yang sering muncul
Makanan khas Palangka Raya apa saja?
Yang paling sering disebut adalah juhu singkah (sayur rotan muda, sering dimasak dengan tempoyak), kalumpe atau karuang (daun singkong tumbuk), juhu kujang (keladi dengan ikan), wadi patin (ikan patin fermentasi), dan ikan patin bakar dari Sungai Rungan. Ada juga baram, minuman tradisional Dayak.
Di mana bisa makan masakan Dayak di Palangka Raya?
Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto di Jl. Jenderal Sudirman No. 1 adalah titik masuk yang paling mudah — tempat itu menyajikan juhu umbut rotan, paing, dan iwak nyatu di bangunan bekas rumah dinas gubernur pertama Kalimantan Tengah. Kawasan Pasar Besar dan rumah makan di sekitar Jl. Yos Sudarso juga disebut sebagai kantong kuliner setempat.
Juhu singkah itu apa?
Sayur berbahan batang rotan muda yang masih empuk, dengan tekstur renyah dan rasa asam segar. Keasamannya sering berasal dari tempoyak, yaitu durian yang difermentasi. Ini salah satu penanda paling khas masakan Kalimantan Tengah.
Kalau tidak suka rasa fermentasi, apa yang sebaiknya dipesan?
Ikan patin bakar adalah pilihan yang paling aman — dibakar dengan bumbu kuning dan disiram sambal rawit hijau, tanpa unsur fermentasi. Juhu kujang yang berbahan keladi dan ikan juga relatif ramah bagi lidah yang belum terbiasa.
Sumber & verifikasi
Informasi di halaman ini dirangkum dari beberapa jenis sumber, lalu disilangkan supaya tidak bergantung pada satu klaim saja:
Kanal resmi tempat usaha — Instagram, TikTok, dan Threads yang dikelola sendiri oleh kafe, yang biasanya jadi tempat pertama perubahan jam buka diumumkan.
Direktori publik seperti Google Maps, GoFood, dan Tripadvisor untuk alamat dan status operasional.
Pemberitaan media lokal Kalimantan Tengah untuk pembukaan tempat baru dan konteks yang tidak muncul di direktori.
Ulasan dan unggahan pengunjung terbaru sebagai penanda apakah sebuah tempat masih benar-benar aktif.
Rujukan kuliner daerah dari media nasional dan kanal Pemerintah Kota Palangka Raya untuk nama dan bahan hidangan khas.
Kalau dua sumber berbeda, kami memilih menulis rentang atau menyebut ketidakpastiannya, bukan menebak. Jam operasional dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa kanal resmi tempat yang bersangkutan sebelum berkunjung.